ads

biin

What Women Want

Pada bulan Januari 2009. The New York Times Magazine menerbitkan sebuah artikel berjudul �What Do Women Want?�, sebuah artikel yang ramai dibicarakan oleh seluruh pembaca seantero Amerika Serikat. Artikel tersebut mengeksplorasi apa yang menyebabkan gairah seksual pada wanita, dan kesimpulannya membuat banyak alis mata terangkat.

Dalam artikel itu, Dr. Marta Meana, seorang terapis seks wanita, mengklaim bahwa jika yang sedang dibicarakan adalah seks, yang benar-benar diinginkan para wanita adalah �diinginkan�. Perasaan dibutuhkan tersebut adalah orgasme sesungguhnya bagi wanita, begitu katanya saat diundang hadir dalam acara bincang-bincang The Oprah Winfrey Show.
Sekadar �Diinginkan!�
Dr. Meana adalah seorang profesor psikologi di University of Nevada, Las Vegas. Ia telah mempelajari wanita dan gairah seksual mereka selama 20 tahun. Menurutnya, ketika momen-momen kenikmatan dalam berhubungan seks dianggap hebat oleh kebanyakan wanita, yang sebenarnya menggairahkan adalah antisipasi dan proses menuju momen-momen tersebut. Dr. Meana bukannya menyepelekan orgasme, tetapi ia berpendapat bahwa perasaan diinginkanlah yang sebenarnya menimbulkan gairah seks pada wanita. Alasannya untuk perasaan diinginkan tersebut adalah bukan sekadar �seorang pria yang ingin bercinta�, tetapi lebih kepada �seorang pria yang ingin bercinta dengan Anda�.
Spesifikasi itulah yang mati-matian dicari wanita. �Jika Anda meneliti bagaimana wanita berperilaku dan bahwa kita menghabiskan banyak waktu serta biaya untuk itu, Anda akan melihat bahwa perilaku tersebut tercipta karena wanita butuh untuk merasa �diinginkan�, bukannya butuh berhubungan seks,� ujarnya.
Fantasi seks didominasi
Menurut riset Dr. Meana, salah satu fantasi seks yang paling sering diimpikan wanita adalah didominasi atau dikuasai oleh seorang pria yang menggairahkan. Misalnya fantasi wanita dibopong oleh seorang pria tampan ke sebuah kamar, dibanting (dengan lembut) ke tempat tidur, lalu pria itu mengikat tangan si wanita di tiang-tiang tempat tidur. Selanjutnya pria itu bercinta dengan si wanita sampai keduanya puas dan kelahan.
Pada dasarnya, fantasi ini hanya berlaku jika para wanita tersebut tertarik pada pria yang mendominasi mereka. Ini bukannya tentang penyiksaan atau penganiayaan. Ketika wanita berfantasi ingin didominasi, yang sebenarnya mereka maksudkan adalah �Saya sangat ingin diinginkan oleh seseorang yang saya sukai.�
Penghambat gairah pada pasangan menikah
Para wanita yang sudah menikah dan bahagia dengan pasangannya sering merasakan paradoks yang berkaitan dengan seks karena satu hal yang membuat mereka bahagia�kedekatan dengan suami mereka�adalah yang menghalangi timbulnya gairah seks mereka. Dari penelitian Dr. Meana, ia menemukan bahwa pasangan yang begitu setia dan dekat satu sama lain, pada satu titik, lantas seakan menjadi satu orang yang sama. Hal itu bisa menghambat peningkatan gairah seks. Karena tidak ada lagi perasaan berbeda, misterius, atau excitement.
Dr. Meana juga menemukan bahwa aksesibilitas kepada seks juga bisa menjadi penghambat bagi pasangan bahagia yang sudah lama menikah. Seks bukan lagi sesuatu yang spesial yang Anda dan pasangan lakukan dengan bersemangat. Seks sudah berubah menjadi sebuah �tugas rumah tangga��satu hal lagi yang harus dikerjakan di daftar pekerjaan rumah tangga.
Jadi kesimpulannya?
Semua kembali pada Anda untuk menyetujui hasil penelitian yang Dr. Meana atau tidak. Jika memang benar perasaan �diinginkan� adalah yang dicari-cari wanita dalam suatu hubungan seksual, berarti oral seks,foreplay yang lama dan mendayu-dayu, atau seks bertempo lambat di tempat yang romantis, bisa-bisa jadi tidak terlalu penting lagi. Apa iya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar