ads

biin

Mitos Seks, Mana yang Benar?

Pernah dengar soal mitos atau fakta terkait seks? Percayakah Anda, sebagian besar yang kita percaya benar soal seks ternyata hanya mitos. Anda penasaran apa saja? Yuk, kita cek!


1. Laki-laki inginkan seks melebihi perempuan

Salah. Kecenderungan laki-laki untuk memuja penisnya tidak ada hubungannya dengan hasrat seksual. Kalau kita jarang memikirkan seks, itu karena pikiran perempuan harus bercabang antara pekerjaan, anak serta tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Akibatnya kita kelelahan sehingga agak melupakan seks. Satu lagi, saat melakukan seks biasanya kita melibatkan emosi. Saat seks tanpa emosi kita tak menggolongkannya sebagai aktivitas bercinta.

2. Jika Anda seorang pencinta hebat, Anda harus tahu bagaimana cara menyenangkan orang lain

Tampaknya hal ini hanya berlaku bagi orang yang sangat berpengalaman, baik teori maupun praktiknya. Bagaimana dengan perawan? Hebat tidaknya seks dikendalikan oleh pikiran dan persepsi kita, bukan bagaimana memilih teknik-teknik luar biasa dengan tingkat kesulitan tinggi.

3. Laki-laki Afro-Amerika punya penis lebih besar

Mau tidak mau kita harus mengatakan ya. Laki-laki Afro-Amerika beruntung memiliki penis yang lebih panjang dan besar. Sebuah studi mengenai ukuran penis laki-laki Asia, Kaukasia dan Afro-Amerika mencatat penis orang Asia paling kecil dengan ukuran rata-rata 4-5,5 inchi, disusul Kaukasia 6 inchi dan untuk laki-laki Afro-Amerika mencapai 6,5-8 inchi panjangnya. Silakan iri.

4. Pasangan bahagia memiliki kehidupan seks yang baik

Betul. Namun hal ini tak bisa diukur dengan frekuensi. Mungkin ada teman yang sesumbar tetap melakukan seks semalam 3 kali setelah lima tahun perkawinan? Atau bahkan hanya sebulan sekali namun mengaku baik-baik saja? Ini subyektif. Berpulang lagi kepada kejujuran setiap individu. Jangan asal percaya pengakuan yang belum tentu jujur.

5. Seks yang direncanakan itu tidak sehat

Seks spontan biasanya menandakan hubungan yang baik. Namun seks yang direncanakan, seperti kapan dan dimana, juga tidak jelek. Dengan semakin bertumbuh dewasanya Anda, seks yang direncanakan terasa masuk akal kok.

6. Laki-laki itu suka melebih-lebihkan

Mungkin saja benar. Saat dimintai pendapat mengenai kehidupan seks, laki-laki cenderung melebih-lebihkan, sementara perempuan sebaliknya. Hal ini dilakukan karena tekanan sosial. Laki-laki akan melebih-lebihkan kemampuan seksnya jika yang bertanya adalah seorang perempuan yang terbuka membahas seks.

7. Jika mereka punya affair, berarti tidak mencintaiku

Salah. Jika laki-laki selingkuh, bukan berarti dia tak mencintai Anda lagi. Laki-laki yang selingkuh berarti dia tak menghargai pendapat Anda pada paham monogami.

8. Perempuan tak suka pornografi atau dirty sex

Salah. Kebanyakan perempuan menyukai hal porno bahkan dirty sex dan berusaha mendapatkan dari sumber tak terduga. Jangan menilai seseorang dari penampilannya saja. Mungkin setiap perempuan berbeda, tapi banyak kok dari mereka yang suka menonton film biru.

9. Sebagian besar perempuan mencapai orgasme lewat senggama

Hanya sekitar 30% wanita mengaku mengalami orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan, dalam artian saat laki-laki melakukan penetrasi. Perempuan butuh stimulasi klitoris dengan tangan atau vibrator selama hubungan intim untuk mencapai klimaks. Bukan salah si penis jika tak bisa menjangkau klitoris atau G-spot karena memang letaknya di wilayah agak tersembunyi.

10. Laki-laki siap kapan saja untuk seks

Jika pria berusia 17 tahun dan baru pertama kali pacaran dengan gadis, hal itu mungkin saja benar. Tampaknya seharian bercinta dengan pasangan tak masalah untuk seusianya. Namun saat laki-laki berada di usia menjelang 30, ada hal lain yang dipikirkannya melebihi seks. Energinya lebih banyak tercurah untuk pekerjaan dan keluarga. Belum lagi stres, tagihan dan tuntutan banyak hal yang membuat gairah bercinta kian surut. Itulah beberapa perempuan butuh vibrator atau alat bantu seks lain sekadar jaga-jaga jika pasangan 'tidak siap' sementara Anda 'butuh'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar