| Sementara itu studi bergulir kembali ke korelasi antara infeksi saluran kencing dan khitan. Mereka, para pakar, tampaknya belum sepakat mengenai foreskin (kulup/kulit khitan) yang diduga menjadi tempat penyakit menular seksual. Penelitian terbaru, yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association, menemukan "tak ada perbedaan signifikan antara dikhitan dan yang tidak pada kemungkinan mereka tertular penyakit menular seksual.� Nah, jadi kulup itu higienis apa tidak sih? | ||||
| "Persepsi bahwa kulup tidak higienis itu mitos," tegas George C. Denniston, M.D., presiden dari Doctors Opposing Circumcision yang berbasis di Seattle. "Kulup melindungi terhadap penyakit, bukan menyebabkan penyakit. Jika kulup tidak higienis, kelopak mata seharusnya juga dipertimbangkan tidak�� | ||||
| | ||||
| Jadi sebenarnya apa yang hilang saat dikhitan? Selain kulit yang menyelubungi penis di bagian atas, juga dihilangkannya mukosa (bagian lemas dari kulup yang membentengi kepala penis yang memproduksi antibakteri yang tak berbau, sekresinya disebut smegma (baunya alami kok) | ||||
| ||||
| Namun sejumlah urolog, melaporkan hal berbeda. "Kami sudah lakukan ratusan khitan pada pria dewasa dalam 20 tahun dan tak pernah mendapat komplain mengenai kurangnya kepekaan (seksual),� kata Larry Lipshultz, M.D dari Baylor College of Medicine. | ||||
| Meski masih ada pro-kontra mengenai manfaat khitan, namun sebagian pria memilih merelakan �adik kecilnya� dikhitan. �Tampaknya kok normalnya begitu ya. Aneh saja kalau nggak. Lagian itu kan nggak menghilangkan faktor kejantanan,� kata Andri (23, bukan nama sebenarnya) saat saya kontak untuk dimintai pendapat. | ||||
Dapatkan Bermacam-macam artikel yang berhubungan dengan pasangan, Untuk memperoleh kehangatan lebih kepada pasangan , Kesehatan dan perawatan tubuh untuk menambah keharmonisan
ads
biin
Benarkah khitan mengurangi kenikmatan ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar