Dalam sebuah hubungan suami-istri, aktivitas bercinta memang sudah tidak dapat dipisahkan lagi, karena bercinta merupakan salah satu perekat hubungan dan juga penyeimbang keharmonisan rumah tangga.
Akan tetapi, bagaimana jika rutinitas dalam berhubungan intim yang sudah Anda dan pasangan rancang terpaksa harus dibatalkan? Kecewa sudah pasti tidak dapat terelakan. Sangat manusiawi sekali, jika tidak bisa merengguk keromatisan bersama pasangan, sedangkan hasrat seolah-olah sudah hampir ke ubun-ubun dan siap meledak.
Namun apa mau dikata, karena suatu alasan, aktivitas bercinta harus dengan berat hati di stop untuk sementara waktu. Hingga kapan? Tergantung dengan penyebabnya! Berikut ini beberapa alasan mengapa pasangan yang sudah menikah harus bersabar hingga �Lampu hijau� kembali menyala dan menjalankan aktivitas seks seperti sedia kala.
Datang bulan
Tamu bulanan atau haid yang setiap bulannya dialami oleh seorang wanita, merupakan salah satu faktor aktivitas bercinta harus di-pending hingga satu minggu kedepan atau hingga haid selesai. Padahal saat seorang wanita mengalami datang bulan, gairah seks-nya sedang memuncak.
Momen haid adalah saat dimana Ms. Cheerful sedang dalam kondisi yang sangat sensitif. Jika dipaksakan tetap melakukan hubungan seks, maka bisa dipastikan pihak wanitalah yang paling menderita, karena saat itu tengah terjadi peluruhan lapisan endometrium dan jika tetap dilakukan penetrasi maka pihak wanita akan merasakan nyeri dan sakit, serta yang terparah bisa mengakibatkan kematian.
Sedang sakit
Ada beberapa kondisi dimana aktivitas bercinta harus di undur beberapa hari kedepan: |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar