Anda mungkin pernah dengar istilah gurah vagina, ratus atau hal semacam itu hingga yang lebih modern seperti vaginoplasty? Seiring pertambahan usia dan melahirkan anak, banyak keluhan yang datang dari kaum perempuan mengenai bentuk vagina yang 'melar' sehingga tidak percaya diri saat bersama suami. Jadi tak hanya wajah yang harus cantik, area bawah pun harus tampak menarik!
Di antara opsi untuk meremajakan vagina, tampaknya vaginoplasty yang paling diandalkan untuk mendapatkan kondisi vagina seperti sebelum melahirkan atau bahkan seperti perawan. Wah, wah, ibaratnya nenek-nenek disulap perawan lagi bisa dong?
Vaginoplasty merupakan prosedur pembedahan yang ditujukan untuk mengoreksi kerusakan struktural pada vagina atau bahkan untuk konstruksi atau rekonstruksi bagian itu. Namun saat operasi ini dilakukan untuk membuat vagina baru karena alat itu sebelumnya tidak berfungsi, namanya menjadi neovaginoplasty.
Ada beberapa jenis vaginoplasty non rekonstruksi, seperti pengencangan dan penguatan vagina, khususnya pada perempuan (atau pasangan hidupnya) yang mengalami kesulitan orgasme pada saat berhubungan intim karena kurang kuatnya otot-otot di sekitar organ intim perempuan, karena penyakit atau setelah melahirkan dengan proses kelahiran bayi melalui vagina.
Dr. Boyke Dian Nugraha SpOG mengatakan perempuan yang melahirkan bayi ukuran besar cenderung menemui masalah pada otot vagina. Apalagi saat kepala bayi sudah mencapai jalan lahir, namun sang ibu kehabisan tenaga untuk mengejan. "Untuk menghindari pelebaran pada vagina, sebaiknya saat kepala sudah mencapai jalan lahir, ibu harus tetap mengejan," ujar dr. Boyke.
Selain untuk meremajakan vagina atau merkontruksinya, vaginoplasty juga dilakukan untuk memperbaiki selaput dara yang tidak sempurna atau rusak.
Nah, pada perempuan yang melahirkan berulangkali, otot-otot vagina cenderung membesar karena tekanan terus-menerus selama proses melahirkan. Lama kelamaan otot tersebut menjadi tidak elastis, lemah, bahkan setelah melalui latihan Kegel. Kondisi seperti ini bersifat permanen dan membutuhkan pertolongan medis untuk memperbaikinya.
Dengan vaginoplasty, vagina diremajakan untuk meningkatkan kepuasan seksual perempuan juga pasangan. Prosedur ini melibatkan penguatan otot vagina dan jaringan lunak di sekelilingnya dengan mengurangi lendir yang berlebih. Hasilnya setelah operasi terjadi penurunan ukuran otot-otot vagina sehingga aktivitas kontraksi menguat dan dapat dikontrol, dan pada akhirnya memberikan sensasi yang lebih besar saat hubungan intim.
Siapa saja yang dapat menjalani operasi ini? Siapa saja yang memiliki fisik yang sehat, tak pandang usia.
Setelah operasi, biasanya pasien dapat berjalan dengan nyaman dalam beberapa hari dan dapat kembali melakukan aktivitas seks dalam 4-6 minggu.
Risiko operasi daerah bawah ini minimal asal dilakukan oleh ahlinya, namun efek samping tetap saja ada seperti infeksi, perdarahan atau parut. Makanya, pastikan Anda melakukan vaginoplasty dengan pakarnya ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar